Pada 13 Februari 2025, sebuah mobil Mini Cooper yang dikendarai oleh Farhad N., seorang pencari suaka Afghanistan, menabrak kerumunan demonstrasi serikat pekerja di Munich, Jerman. Polisi menduga serangan ini dimotivasi oleh ekstremisme Islam.
Setelah kejadian, Farhad N. mengucapkan Allahu Akbar dan berdoa kepada petugas polisi. Jaksa Gabriele Tilmann menyatakan bahwa tersangka mungkin memiliki motif ekstremis Islam.
Tragisnya, dua korban penabrakan, seorang ibu berusia 37 tahun dan anaknya yang berusia dua tahun, meninggal dunia setelah dua hari dirawat di rumah sakit. Juru bicara polisi Ludwig Waldinger mengonfirmasi kematian mereka pada 16 Februari 2025.