Perjanjian Gencatan Senjata Israel-Lebanon Tertunda
Israel dan Lebanon saling menyalahkan atas keterlambatan implementasi perjanjian gencatan senjata yang disepakati pada 27 November 2025. Inti perjanjian tersebut adalah pengerahan tentara Lebanon bersama pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon Selatan.
Israel bersikeras mempertahankan tentaranya di perbatasan dengan Lebanon. Sementara itu, Lebanon menuduh Israel menembaki warga sipil yang mencoba kembali ke desa mereka yang masih diduduki Israel.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 22 orang tewas akibat tembakan tentara Israel. Militer Israel mengklaim bahwa mereka menembak untuk menetralisir ancaman, namun tidak memberikan bukti yang jelas.
Perjanjian gencatan senjata tersebut seharusnya berlaku selama dua bulan, namun hingga saat ini belum sepenuhnya dilaksanakan. Keterlambatan ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik di masa depan.