Building a Supportive Creative Community

Ketum Jakmania Ungkap 'Dosa' Masa Lalu Timnas: Pantas Saja Garuda Begini!

Ketum Jakmania ungkap 'dosa' masa lalu Timnas Indonesia! Temukan akar masalah performa Garuda yang dibongkar blak-blakan. Sentilan pedas dari tribun, rahasia kemunduran timnas terungkap!


Share this post

Perjuangan Timnas Indonesia untuk meraih tiket ke Piala Dunia 2026 terus berlanjut. Dengan mengumpulkan sembilan poin, skuad Garuda kini berada di posisi keempat Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Pertandingan terakhir akan menjadi ujian berat bagi Jay Idzes dan rekan-rekannya, karena mereka akan menghadapi tim tangguh Jepang pada 10 Juni mendatang.

Keberhasilan Timnas Indonesia tak bisa dilepaskan dari peran Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang telah menjalankan program naturalisasi selama tiga tahun terakhir. Langkah ini dinilai memberikan kontribusi signifikan bagi kekuatan tim.

Menurut pengamat sepak bola Diky Soemarno, kehadiran pemain-pemain diaspora menjadi faktor penting dalam perkembangan Timnas Indonesia saat ini. Ia berpendapat bahwa tanpa kehadiran pemain seperti Jay Idzes dan Ragnar Oratmangoen, situasinya akan berbeda.

Diky Soemarno mencontohkan Argentina, negara dengan tim yang sangat kuat dan telah tiga kali menjuarai Piala Dunia. Ia melihat bahwa Erick Thohir memilih untuk memprioritaskan pembenahan timnas terlebih dahulu, baru kemudian liga.

“Lo mau band lo terkenal, lo mesti isi dengan pemain-pemain band siapa-siapa saja anggotanya,” ujar Diky Soemarno, mengibaratkan pentingnya pemain berkualitas dalam sebuah tim.

Diky Soemarno menambahkan, Tapi kalau tanpa Jay Idzes ya, tanpa Ragnar Oratmangoen, tanpa yang lain-lain. Memang situasinya gitu. Memang liganya agak ditinggalkan,

Keputusan Erick Thohir untuk fokus pada timnas terlebih dahulu dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia di kancah internasional.


Share this post

Written by
Ayu
Ayu
Saya adalah seorang penulis blog

Type above and press Enter to search.