Kecelakaan Lalu Lintas di Parung Panjang: Korban Jiwa Capai 100 Orang
Selama menjabat sebagai Kapolres Bogor selama 1 tahun 8 bulan, AKBP Rio Wahyu Anggoro mengungkapkan bahwa kecelakaan lalu lintas di Parung Panjang telah merenggut banyak korban jiwa. Faktor penyebabnya meliputi kelalaian pengemudi, kondisi jalan yang buruk, dan penerangan yang tidak memadai.
Dalam pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi, AKBP Rio menyoroti ketidaksesuaian aturan waktu penambangan yang berdampak pada aktivitas masyarakat. Penambang yang menggunakan jalan warga dan jalan provinsi menyebabkan kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
AKBP Rio menjelaskan bahwa selama 2 tahun terakhir, kecelakaan lalu lintas di Parung Panjang disebabkan oleh kontur jalan yang rusak, beban muatan yang berlebihan, penerangan jalan yang minim, dan lebar jalan yang sempit. Ia menekankan bahwa Parung Panjang merupakan jalur utama bagi penambang, sehingga menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar.
Dedi Mulyadi menyatakan akan mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Ia berencana mengumpulkan instansi terkait untuk membahas sinkronisasi aturan waktu penambangan antara Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat. Hal ini diharapkan dapat mengurangi jumlah korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas di Parung Panjang.