Tim Nasional Indonesia U-17 menunjukkan performa yang menjanjikan menjelang perempat final Piala Asia U-17 2025 melawan Korea Utara U-17. Di bawah asuhan pelatih Nova Arianto, Garuda Asia unggul dalam produktivitas gol dibandingkan lawannya.
Statistik menunjukkan bahwa Timnas Indonesia U-17 memiliki tingkat konversi peluang yang lebih tinggi. Dari tiga pertandingan di fase grup, mereka berhasil mencetak tujuh gol, sebuah pencapaian yang mengesankan. Tingkat keberhasilan konversi peluang mencapai 30%, melampaui tim-tim lain seperti Uzbekistan, Uni Emirat Arab, dan Jepang.
Rafi Rasyiq, gelandang Timnas Indonesia U-17, menjadi salah satu pemain kunci dalam membangun serangan. Sementara itu, Zahaby Gholy mencuri perhatian dengan gol spektakulernya ke gawang Yaman U-17.
Pertandingan perempat final antara Indonesia U-17 dan Korea Utara U-17 dijadwalkan berlangsung pada Senin, 14 April 2025, di King Abdullah Sports City Hall Stadium, Jeddah. Indonesia melaju ke babak ini sebagai juara Grup C dengan sembilan poin.
Selain produktivitas gol, Timnas Indonesia U-17 juga unggul dalam pertahanan. Mereka berhasil mencatatkan clean sheet dalam dua dari tiga pertandingan di fase grup. Hanya Korea Selatan U-17 yang mampu menyamai rekor ini. Korea Utara, sebaliknya, hanya mencatatkan satu clean sheet.
Keunggulan dalam produktivitas gol dan pertahanan menjadi modal berharga bagi Timnas Indonesia U-17. Efektivitas dalam memaksimalkan peluang akan menjadi kunci untuk meraih kemenangan atas Korea Utara dan melaju ke babak selanjutnya.
Berikut perbandingan tingkat konversi peluang beberapa tim di Piala Asia U-17 2025:
| Tim | Tingkat Konversi Peluang |
|---|---|
| Indonesia U-17 | 30% |
| Uzbekistan U-17 | 28% |
| Uni Emirat Arab U-17 | 21% |
| Jepang U-17 | 18% |
| Korea Utara U-17 | 14% |