Munas SOKSI: Prinsip Keterbukaan dan Demokrasi Jadi Landasan
Musyawarah Nasional (Munas) XII SOKSI yang akan digelar pada 20 Mei 2025 mendatang harus berlandaskan pada prinsip keterbukaan, demokrasi, dan meritokrasi. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Dewan Pembina SOKSI, Bambang Soesatyo.
Transparansi dan Partisipasi Aktif
Transparansi dalam penyelenggaraan Munas sangat penting untuk memastikan partisipasi aktif dari seluruh anggota. Setiap tahapan pemilihan harus melibatkan semua pihak, sehingga prosesnya dapat diikuti dan diterima oleh semua.
Kriteria Calon Ketua Umum
Calon ketua umum SOKSI harus memenuhi kriteria tertentu, seperti kemampuan komunikasi dan kolaborasi, kepemimpinan yang kuat, progresif, dan adaptif. Mereka juga harus memiliki nasionalisme yang tinggi, visi kebangsaan yang jelas, dan bebas dari kasus hukum.
Tantangan Zaman dan Inovasi
Dalam dunia yang terus berubah, SOKSI membutuhkan pemimpin yang mampu mempertahankan nilai-nilai organisasi sekaligus berinovasi untuk menghadapi tantangan baru. Calon ketua umum harus memiliki kemampuan untuk merespons dan mengantisipasi perubahan zaman.
Hubungan dengan Stakeholder
Kemampuan menjalin hubungan yang baik dengan para stakeholder sangat penting untuk menyusun program-program yang sejalan dengan visi pembangunan nasional. Calon ketua umum harus memiliki kemampuan ini untuk memastikan keberhasilan SOKSI ke depan.
Momen Penting untuk Arah Organisasi
Munas SOKSI merupakan momen penting untuk menentukan arah organisasi ke depan. Calon ketua umum yang terpilih akan memiliki tanggung jawab besar untuk memimpin SOKSI menghadapi tantangan dan peluang di masa mendatang.